Halo, para pejuang konten! Selamat datang di arena "Facebook Profesional" atau yang akrab kita sebut FB Pro. Tempat di mana emak-emak dasteran bisa jadi saingan berat Atta Halilintar, dan bapak-bapak penunggu pos ronda tiba-tiba sibuk check insights sambil ngopi.
Mungkin kalian sudah bosan melihat notifikasi "Anda memenuhi syarat untuk mulai menghasilkan uang". Tapi pas diklik, syaratnya panjangnya kayak antrean bansos. Tenang, tarik napas dulu. Artikel ini bakal mengupas tuntas syarat monetisasi FB Pro dengan gaya yang (semoga) bikin kalian nggak pengen banting HP.
1. Ubah Akun Jadi Mode "Cari Cuan"
Langkah pertama bukan nyari kamera mahal, tapi nyari tombol "Aktifkan Mode Profesional". Kalau akunmu masih akun biasa yang isinya cuma foto kucing sama curhatan galau "Kenapa dia ninggalin aku demi tukang seblak?", lupakan cuan.
Klik titik tiga di profil, aktifkan Mode Profesional. Begitu tombol itu dipencet, profilmu yang tadinya sepi kayak kuburan di malam Jumat, bakal berubah jadi "kantor digital". Kamu bukan lagi sekadar pengguna, kamu adalah Digital Creator. Keren, kan? Padahal isinya masih foto sarapan nasi uduk.
2. Ritual Wajib: Kepatuhan Monetisasi Konten
Ini adalah syarat yang paling "sakral". Facebook itu ibarat mertua yang galak. Kamu harus patuh sama aturan mainnya. Namanya Kebijakan Monetisasi Konten.
Dilarang Re-upload: Jangan mimpi jadi kaya dari video orang lain yang kamu ambil di TikTok terus ditempel stiker gede-gede buat nutupin watermark. Facebook itu pinter, dia tahu itu bukan karyamu. Kalau ketahuan, akunmu bakal "merah" alias kena diskualifikasi.
No Hoax, No SARA: Jangan bikin konten yang bikin tetangga berantem atau memicu perang dunia ketiga. Konten yang aman-aman aja, kayak tutorial cara mengupas mangga tanpa drama.
3. Syarat Iklan di Reels (Jalur Reels Mania)
Reels adalah primadona di FB Pro. Ini syaratnya kalau mau dapet iklan yang selip-selipan di video pendekmu:
Umur: Minimal 18 tahun. Kalau kamu masih bocil, pinjam KTP emak (tapi izin dulu ya!).
Undangan: Iklan di Reels ini sifatnya kayak undangan nikatan mantan; Hanya untuk yang terpilih. Kamu harus rajin posting video Reels yang original, unik, dan nggak ngebosenin sampai algoritma Facebook merasa "Oke, orang ini layak dapet duit".
Konsistensi: Jangan cuma posting sekali setahun pas Lebaran doang. Minimal sehari satu, biar pengikutmu nggak lupa kalau kamu masih hidup.
4. Iklan In-Stream (Video Panjang, Cuan Panjang)
Ini dia "bos" dari segala monetisasi. Iklan yang muncul di tengah-tengah video panjangmu. Syaratnya agak bikin meriang, tapi sangat mungkin dicapai:
5.000 Pengikut: Iya, lima ribu. Bukan lima orang (kamu, bapak, ibu, adek, sama akun tumbalmu). Kamu harus mulai rajin add orang atau bikin konten yang bikin orang mau klik "Ikuti".
60.000 Menit Waktu Tonton: Dalam 60 hari terakhir, video-videomu harus ditonton selama total 1.000 jam. Bayangkan, itu setara dengan nonton film India tanpa jeda selama berminggu-minggu.
Minimal 5 Video Aktif: Kamu harus punya minimal 5 video berdurasi minimal 3 menit yang masih nangkring di profilmu.
Tips Kocak: Kalau bingung mau bikin video 3 menit, coba rekam dirimu lagi ngelamun sambil nungguin tukang bakso lewat. Kasih judul "Menunggu Kepastian di Ujung Gang". Siapa tahu viral.
5. Fitur Bintang (Stars) – Sedekah Online
Fitur ini membiarkan penontonmu ngasih "Star" yang bisa dituker jadi dollar. Ibaratnya kayak kamu lagi ngamen digital, terus orang-orang lempar koin ke topi kamu.
Syarat: Minimal 500 pengikut selama 30 hari berturut-turut.
Lokasi: Kamu harus tinggal di negara yang didukung (Indonesia masuk, kok, tenang aja!).
Konten: Harus menarik sampai orang rela ngeluarin duit buat beli Star demi nyawer kamu. Biasanya sih konten yang menghibur, lucu, atau yang "ngeselin tapi bikin penasaran".
6. Kenapa Akun Saya Belum "Hijau" Juga?
Banyak yang ngeluh, "Min, pengikut udah banyak, jam tayang udah lewat, kok belum dapet duit?"
Sabar, Bosku! Facebook itu butuh waktu buat review manual. Mereka bakal ngecek apakah videomu itu asli hasil keringat sendiri atau cuma hasil copy-paste. Kalau kamu sering pake musik berhak cipta (kayak lagu-lagu galau yang lagi hits), siap-siap aja kena klaim. Gunakan Facebook Audio Library biar aman dan tenteram.
Tabel Perbandingan Syarat Monetisasi
| Fitur | Pengikut Minimal | Jam Tayang / Syarat Lain |
| Bintang (Stars) | 500 (selama 30 hari) | Domisili di negara yang didukung |
| Iklan Reels | Undangan Khusus | Fokus pada originalitas video pendek |
| Iklan In-Stream | 5.000 | 60.000 menit dalam 60 hari |
| Langganan | 10.000 | Atau 250 pemirsa kembali mingguan |
Kesimpulan: Jadi Sultan Itu Perlu Sabar
Jadi, apakah FB Pro itu penipuan? Nggak. Apakah itu gampang? Ya nggak juga. Kamu butuh mental baja, kuota internet yang melimpah, dan muka yang sedikit tebal buat mulai ngomong di depan kamera sambil dilihatin tetangga.
Kuncinya cuma satu: JANGAN NYERAH. Jangan baru posting dua video terus ngeluh "Kok nggak kaya-kaya?". Ingat, Raffi Ahmad nggak bangun Rans Entertainment cuma lewat satu video mukbang seblak.
Mulai sekarang, rapikan profilmu, berhenti sebar hoax, dan mulailah bikin konten yang bermanfaat (atau minimal yang lucu lah biar orang terhibur). Siapa tahu, bulan depan saldo rekeningmu sudah penuh dengan Dollar hasil jerih payahmu joget-joget atau masak-masak di dapur.
Mau saya bantu buatkan ide konten harian yang unik dan berpotensi viral supaya jam tayangmu cepat tembus?
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5316038/original/069463200_1755216352-WhatsApp_Image_2025-08-15_at_6.36.32_AM.jpeg)
发表评论 for "Tutorial Jadi Sultan FB Pro: Jalur Cepat Kaya atau Jalur Cepat Darah Tinggi?"